Archive for October, 2006

Puasa, lebaran dan hatiku….

Monday, October 30th, 2006

Kenapa puasa tahun ini terasa berat daripada tahun sebelumnya, yang aku sempat sakit pusing kepala sehingga harus pergi ke dokter pada jam 3:00 subuh, urut pada tukung urut didekat rumah dikampung dekat perumahanku tinggal, bukan berarti aku sobong tinggal diperumahan tapi aku pilih tinggal diperumahan karena pada waktu itu yang bisa dibayar cicil lewat BTN, koko malah bercerita tempat tinggal hehehe…kemabli kepuasaku, aku ambil cuti sebelum belebaran agar puasa bisa ringan ternya tidak, justru aku jatuh sakit, mungkin itu sudah menjadi suratan agar aku bisa beristirahat dirumah, oh ya sebelum lupa aku juga sepet pijat reflexi yang akhirnya aku bisa sembuh dari pusing, akhirnya waktu berlalu lebaranpun tiba orang-oarng pada sibuk pulang kampung pada mempersiapkan hal-hal menyambut lebaran, sementara aku hanya berdiam diri di rumah bersama anak dan isteriku, tanpa persiapan lebaran yang berarti, hanya aku persiapkan air minum yang karena saya perkirakan setelah sholat id’ saudara2 aku ngumpul dirumahku karena bapak dan ibuku memang sedang dirumahku dan itu benar kakak adikku beserta keluarganya pada ngumpul di rumahku, suasana riang gembira dari anak2, suasana keakraban namun kadang harus mengelus dada melihat rintihan yang diderita ibu…..akhirnya hari ini tibalah saatnya aku harus berangkat kekantor sebagai amanah untuk mencari Ridlo Kepada Yang Maha Kuasa, namun akhirnya kepalaku terasa panas lagi dikalau aku lihat perkerjaan yang terlewatkan sebelum aku cuti, mungkin waktu itu suasana hati dan pikiranku yang sudah tidak sebening embun mempengaruhi penglihatan dan otakku untuk melihat tanggal sehingga aku salah menuliskan tanggal yang sebenarnya…..

Ya Allah ini semua cobaan dari-Mu dan Hanya kepad-MU Ya ALLAH semua aku berserah semoga cobaan dan ujian ini bisa membuatku naik kelas seperti Jaji-MU ya Allah…karena Hanya Engkaulah yang Maha Menepati Janji….

Emosiku di bulan puasa

Monday, October 16th, 2006

Ya, Allah aku kemarin bertindak kasar, pintu rumahku jadi sasaran. Aku sayang anak-anakku, aku sayang isteriku, aku sayang keluargaku tetapi kadang kesewotan isteriku dan lengketnya anak padaku kadang bikin susah bergerak, padahal maksudku baik aku akan ambil karpet agar bisa buat makan di dapur, namun justru itu awal aku berselisih faham sama isteriku ditambah waktu aku akan beli kolak untuk sekedar buka puasa, anakku yg cowok2 pada nangis sejadi-jadinya ketika akan aku tinggal dan itu kejadian yg sangat keras karena pintu dikunci aku tidak bisa masuk dan anak2 tidak bisa keluar…..cacar itu memang yg menghangi anak jalan2 sama cowok2 itu. ya sampai saat ini aku masih terasa kelu karena kejadian itu….